Design Thinking Process: Sebuah Testimoni

Sudah tiga bulan saya berteman dengan design thinking process (DTP). Awalnya saya mengikuti workshop dua hari yang dilaksanakan dalam rangka meningkatkan kompetensi profesi saya di kantor. Tak disangka pasca workshop tersebut, saya menerapkan DTP dalam menjalankan pekerjaan tim di kantor. Sprint demi sprint kami lalui dengan cara kerja DTP.

DTP mengubah cara berpikir saya dalam menemukan solusi untuk memecahkan masalah. Awalnya, permasalahan saya pecahkan dengan solusi instan yang terpikirkan di kepala. Logika sederhana menjadi andalan untuk memecahkan permasalahan tetapi penuh asumsi. It was turned out that users not exactly as same as I had thought about. Jadi, solusi yang biasa dirumuskan bisa jadi tidak membantu pengguna menyelesaikan masalah sama sekali karena asumsi saya salah. DTP memberikan cara berpikir dan kerja yang menghasilkan solusi yang dapat dipertanggungjawabkan.

Adapun langkah-langkah yang ada dalam DTP, antara lain:

  1. Empathize. Pada langkah ini, kita harus melakukan sesi untuk memahami permasalahan yang ditemui pengguna. Hal ini dapat dilakukan dengan banyak cara. Beberapa di antaranya adalah dengan menganalisis data dan mendapatkan insight, melakukan interview dengan users (atau stakeholders, karena tentunya selain driven by user needs juga kita business driven by stakeholders’ vision), mengumpulkan asumsi, serta melihat bagaimana kompetitor lain yang terlebih dahulu memberikan solusi.
  2. Define. Pada langkah ini kita tetapkan problem statement, How-might-we (HMW) statements, tetapkan tujuan, dan metrics yang ingin dicapai.
  3. Ideate. Pada langkah ini dilakukan diverging dan converging. Diverging adalah sesi brainstorming mengumpulkan ide-ide sebanyak-banyaknya berdasarkan sebuah HMW tanpa memikirkan batasan yang lain (teknis/non-teknis). Setelah itu dilakukan converging yang bertujuan untuk mengelompokkan ide yang mirip, memetakan setiap kelompok ide ke dalam grafik effort VS impact. Di akhir, kita menentukan mana ide yang akan diimplementasi.
  4. Prototype. Pada langkah ini, kita membuat prototype berdasarkan ide yang dipilih. Prototype dapat berupa low fidelity, medium fidelity, dan high fidelity. Prototype digunakan untuk melakukan pengujian ide terhadap partisipan/users.
  5. Test. Pada langkah ini, dilakukan usability testing atau concept testing pada partisipan untuk mengetahui apakah masalah terselesaikan atau tidak. Sebisa mungkin gunakan low fidelity prototype daripada high fidelity prototype (tergantung scope, misal: saya akan pilih medium fidelity untuk desain aplikasi smartphone, saya akan pilih low fidelity untuk form-based input, dan saya akan pilih high fidelity prototype untuk sebuah landing page).

Langkah-langkah yang telah disebutkan bersifat iteratif dan agile. Artinya, DTP itu dapat dilakukan secara terus-menerus (selesai Test kembali ke Empathize) untuk permasalahan yang sama atau lebih spesifik. Hal ini dilakukan agar solusi yang kita hasilkan bisa disempurnakan dari waktu ke waktu. Selain itu, apabila hasil dari sebuah langkah dinilai belum cukup baik hasilnya atau pelaksanaannya, maka kita dapat kembali ke langkah tersebut untuk dilakukan ulang dan memperoleh hasil yang lebih baik. Waktu yang dihabiskan pada sesi-sesi DTP harus direncanakan terlebih dahulu dan limited by scope and time sehingga efektif dan efisien dari segi waktu. Tergantung scope, pencarian solusi desain dengan DTP dapat memakan waktu cukup 1 minggu sampai dengan 3 bulan.

Hasilnya? Semua pekerjaan saya dan tim menjadi lebih dapat dipahami oleh semua anggota. Pemahaman tim dapat menjawab semua pertanyaan berikut.

  1. Apa permasalahannya?
  2. Apa tujuan kita?
  3. Bagaimana kita mencapai tujuan tersebut?
  4. Mengapa kita harus melakukan itu?
  5. Apa dampak dari pelaksanaan pekerjaan?

Implementasi DTP menumbuhkan ownership tim yang tinggi terhadap produk yang dihasilkan.

Petuah-Petuah Ellis, ep. 1

Masih terkait buku yang tengah saya baca terkait growth hack, karangan Sean Ellis, saya mencatat empat buah potongan kalimat yang menurut saya penting untuk kita ketahui dan menjadi prinsip dasar dalam growth hack. I know, ini masih bagian pendahuluan, sigh. Mendapatkan waktu untuk membaca buku sedikit sulit akhir-akhir ini. Anda tenang saja, saya akan share poin-poin penting yang lain setelah saya merampungkan beberapa lembar di bagian “Part I” dalam buku.

Tidak Ada Yang Instan

…, in truth, most growth is due to an accumulation of small wins.

Ada beberapa contoh perusahaan yang sukses melakukan growth hack dan ceritanya terdengar seperti keajaiban datang dengan sendirinya. Pada kenyataannya, kisah-kisah sukses tersebut telah melewati berbagai pembelajaran hingga menemukan sebuah growth hack yang sukses dan ceritanya tersebar. Tidak ada yang instan menjadi sukses.

Percobaan-percobaan dilakukan dengan effort seminimal mungkin untuk mendapatkan peningkatan growth semaksimal mungkin. Hasil percobaan yang sukses dengan angka yang kecil sekalipun dihargai sebagai upaya peningkatan. Apabila diakumulasi secara terus menerus akan menghasilkan angka yang secara signifikan besar.

Kerjasama Multidisiplin

… the greatest successes come from combining programming know-how with expertise in data analytics and strong marketing experience, …

Growth hack tidak dapat dilakukan secara perorangan dengan fungsi masing-masing. Apabila marketing, data analis, product manager, dan para engineer bekerja dengan lingkupnya masing-masing tanpa duduk membahas suatu tujuan bersama yang lebih besar, peningkatan growth kemungkinan besar tidak akan terjadi. Oleh karena itu, sebuah tim growth harus terdiri dari semua fungsi tersebut dan bekerja secara bersama-sama dengan keahlian dan keterampilan masing-masing menyelesaikan persoalan bersama-sama.

Percobaan-Pengujian

… they have combined to grow the business through rigorous experimentation and testing with strategies that are complexity aboveboard.

Dengan teknik tertentu, ada pada bagian buku yang belum saya baca, tim secara menyeluruh mencoba untuk mengembangkan bisnis dari produk melalui percobaan dan pengujian yang rumit tetapi benar dan transparan.

Percobaan yang telah dilakukan di awal dipelajari dan hasilnya akan mempengaruhi percobaan yang akan dilakukan berikutnya. Hasil pengujian dari percobaan bisa saja berhasil meningkatkan growth dan bisa saja tidak. Dengan banyak lesson learned, percobaan berikutnya akan lebih terarah dan efektif/efisien.

Keterlibatan Menyeluruh

…, growth teams should be involved in all stages and all levers of growth, from attaining product/market fit to customer/user acquisition, activation, retention, and monetization.

Tim harus terlibat dalam semua tahapan maupun kegiatan. Tidak boleh ada pembagian pekerjaan secara parsial. Semua anggota harus memikirkan dan terlibat dalam implementasi growth dalam semua tahapan. Tahapan yang dimaksud adalah mulai dari pengembangan ide produk, penempatan pada pasar, pemerolehan user, aktivasi user, retensi user, dan monetisasi dari produk.

Mungkin anda sedikit bingung bedanya user acquisition (pemerolehan user) dengan user activation (aktivasi user). Aktivasi user yang dimaksud adalah bagaimana mengubah user yang telah diperoleh pada user acquisition dari user biasa menjadi user yang evangelist. User evangelist ini maksudnya user yang selain secara aktif menggunakan aplikasi juga mengajak maupun mengedukasi orang lain untuk ikut menjadi user dan menggunakan produk.

 

Vocab, ep. 1

Kemarin terjadi gangguan internet di kantor saya sehingga hampir seluruh karyawan tidak dapat bekerja. Bukan kecepatan internet melambat, alias lelet, melainkan benar-benar tidak ada koneksi. Sebagian ada yang berinisiatif menggunakan fitur tethering/hotspot dari smartphone, sebagian lagi menjalankan aktivitas nonproduktif. Well, saya memilih untuk membaca buku. Dengan menulis sesuatu tentang apa yang saya baca, saya yakin aktivitas ini sifatnya produktif.

Buku yang saya baca ini berjudul Hacking Growth, penulis Sean Ellis dan Morgan Brown. Selama internet ini mati, saya berhasil membaca beberapa belas halaman. Walaupun buku ini berbahasa Inggris, dengan penulisan yang deskriptif, saya mampu menangkap dengan cepat apa yang dimaksud oleh penulis. Namun, ada beberapa kata/istilah yang saya tidak tahu. Oleh karena itu, dengan bantuan kamus maupun translation online, saya coba share di posting ini.

advent

Hasil penerjemahan Google untuk "advent"
Hasil penerjemahan Google untuk “advent”

Pengertian advent berdasarkan penerjemahan Google yang saya tafsirkan adalah “kedatangan orang/benda/peristiwa/acara penting”.

barrage

Hasil penerjemahan Google untuk "barrage"
Hasil penerjemahan Google untuk “barrage”

Pengertian barrage berdasarkan penerjemahan Google yang saya tafsirkan adalah untuk yang verb, yaitu”pemborbardiran dengan sesuatu”.

Craigslist

Hasil pencarian wikipedia dari Google untuk "Craigslist"
Hasil pencarian wikipedia dari Google untuk “Craigslist”

Pengertian Craigslit berdasarkan penerjamahan Google yang saya tafsirkan adalah “kedatangan orang/benda/peristiwa/acara penting”.

daunting

Hasil penerjemahan Google untuk "daunting"
Hasil penerjemahan Google untuk “daunting”

Berdasarkan pemahaman saya dengan membaca terjemahannya, daunting artinya “mengintimidasi”.

fleet-footed

Hasil penerjemahan Google untuk "fleet-footed"
Hasil penerjemahan Google untuk “fleet-footed”

Jika dikaitkan dengan konteks bacaan, fleet-footed ini berarti “kaki yang lincah/cepat/gesit”.

harness

Hasil penerjemahan Google untuk "harness"
Hasil penerjemahan Google untuk “harness”

Dari terjemahan yang ini dan dikaitkan dengan konteks bacaan, saya tafsirkan harness adalah “mengendalikan dan memanfaatkan sumber daya”.

nimble

Hasil penerjemahan Google untuk "nimble"
Hasil penerjemahan Google untuk “nimble”

Berdasarkan hasil terjemahan Google, saya artikan nimble adalah “lincah, gesit, atau cepat”.

powerhouse

Hasil penerjemahan Google untuk "spur"
Hasil penerjemahan Google untuk “spur”

Pengertian powerhouse berdasarkan penerjemahan Google berarti “seseorang atau sesuatu yang memiliki kekuasaan atau pengaruh yang kuat”.

spur

Hasil penerjemahan Google untuk "spur"
Hasil penerjemahan Google untuk “spur”

Wah, ini terjemahannya banyak. Terjemahan spur yang paling sesuai dengan konteks bacaan yaitu “mendorong atau memotivasi”.

thrive

Hasil penerjamahan Google untuk "thrive"
Hasil penerjamahan Google untuk “thrive”

Pengertian thrive berdasarkan penerjemahan Google berarti “berkembang dengan baik”.

ubiquity

Hasil penerjamahan Google untuk "ubiquity"
Hasil penerjamahan Google untuk “ubiquity”

Pengertian ubiquity berdasarkan penerjemahan Google berarti “kenyataan bahwa sesuatu ada di mana-mana atau sangat umum”.

unicorn

Hasil penerjamahan Google untuk "unicorn"
Hasil penerjamahan Google untuk “unicorn”

Pengertian unicorn berdasarkan penerjemahan Google dan keterkaitan konteks dengan buku yang sedang saya baca adalah “sebuah perusahaan start-up yang valuasiya lebih dari 1 miliar dollar amerika, khususnya pada sektor perangkat lunak atau teknologi”.

Sakit Flu? Pakai Masker!

Sudah lima hari saya sakit flu. Semenjak hari pertama saya dianjurkan istri saya untuk menggunakan masker agar tidak menulari orang-orang di rumah. Saya setuju karena pengalaman saya ketika ada yang terkena flu di rumah selang beberapa hari seluruh anggota keluarga di rumah ikut tertular. Somehow, I will feel guilty if it happens.

Kami memiliki stok masker di penyimpanan obat di rumah. Warna maskernya hijau dan putih di sisi belakangnya. Masker ini sama dengan yang ditawarkan oleh pengemudi ojek online kepada pelanggannya. Saya selalu menolak tawaran tersebut karena membuat saya merasa ribet. Aneh rasanya naik sepeda motor memakai masker.

Muncul dalam benak saya, mengapa ada warna hijau dan putih? Sisi mana yang harus menghadap luar/dalam? Mana yang sebelah atas/bawah? Lalu saya pun googling dan menuju sebuah artikel dan, alhamdulillah, mendapatkan jawabannya.

Ternyata masker yang saya pakai adalah jenis masker bedah. Ada jenis masker lagi yang lebih mantap dan bisa menyaring udara hingga 95%. Harganya pun selangit. Well, looks like I don’t need kind of stuff right now. Anyway, berikut penampakan masker yang saya miliki.

Sisi masker berwarna hijau
Sisi masker berwarna hijau

Pada sisi masker berwarna hijau terlihat di salah satu sisinya kawat yang berada dalam lapisan masker. Terlihat pula lipatan-lipatan di bagian tengah. Dan di kedua sisi terdapat cantelan untuk kedua telinga.

Sisi masker berwarna putih
Sisi masker berwarna putih

Tidak berbeda dengan sisi berwarna hijau. Namun, penampakan kawat di dalam lapisan masker tidak begitu tampak. Saya harus meraba dulu maskernya untuk tahu di mana kawatnya. Kawat ini tujuannya adalah untuk menyesuaikan masker dengan lekukan hidung sehingga udara yang masuk melalui celah-celah luar masker menjadi berkurang. Jadi, ya sebelah atas masker ditandai dengan adanya kawat tersebut.

Penggunaan masker bedah yang benar
Penggunaan masker bedah yang benar

Lalu bagaimana dengan penentuan sisi luar/dalam? Setelah membaca artikel tersebut, sisi berwarna putih menghadap ke dalam, bersentuhan dengan wajah kita. Sisi berwarna putih ini teksturnya lembut sehingga nyaman untuk wajah. Artinya, sisi berwarna hijau menghadap ke luar. Sisi hijau memiliki fungsi untuk menyaring partikel mikro. Di antara kedua sisi terdapat lapisan di antaranya yang berfungsi untuk mencegah liur atau ingus kita keluar dari masker ketika bersin atau batuk.

Semoga tulisan singkat saya ini membantu kamu yang kebingungan memakai masker. Hal yang terpenting adalah berbuat sebaik mungkin agar tidak menulari orang di sekitar kamu.

Hello world!

Welcome to WordPress. This is your first post. Edit or delete it, then start writing!